1 Feb 2013, 8:25 WIB | Artikel/Tutorial, Headline

Strategi Marketing

Oleh: Rusidi, M.kom
(Dosen AMIK AKMI Baturaja)

Dunia semakin maju dan berkembang sangat pesat, perkembangan ini kadangkala terlupakan oleh kita, sehingga ketika sadar bahwa kita sudah tertinggal jauh dari perkembangan yang ada. Perkembangan terjadi dalam banyak hal, mulai dari teknologi (peralatan), teknologi informasi dan bahkan ilmu dan strategi berkembang sangat pesat. Sehingga mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan ini sehingga tidak akan tertinggal dan tergerus oleh perkembangan jaman.
Dalam hal perkembangan suatu usaha, perkembangannya pun semakin komplek, mulai perkembangan usaha dalam hal penggunaan peralatan, sistem yang digunakan dan bahkan perkembangan dalam hal pemasaran atau yang sering disebut dengan marketing. Perkembangan dunia marketing juga sangat pesat, hal ini dibuktikan dengan semakin kompleknya dan semakin beratnya persaingan. Untuk itulah perlunya belajar dan belajar untuk menemukan strategi baru dalam hal marketing yang akan cocok diterapkan dalam usaha kita.

Sebelum dilanjutkan pembahasan mengenai marketing, perlu dipisahkan dulu pemahaman antara marketing dan selling. Banyak orang yang menggap sama antara marketing dan selling, padahal dua hal ini berlainan akan tetapi dua hal ini juga bisa dilakukan oleh satu pihak atau bagian. Marketing adalah proses untuk mendatangkan konsumen, proses ini berupa kagiatan-kegiatan yang akan mendatangkan konsumen dan kegiatan yang akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap produk kita. Kegiatan marketing antara lain adalah dengan bentuk-bentuk promosi, pencitraan, branding dan iklan dan lainnya yang bertujuan untuk mendatangkan calon konsumen. Sedangkan Selling adalah kegiatan selanjutnya setelah marketing terjadi dan konsumen sudah datang. Selling merupakan proses agar terjadinya transaksi oleh konsumen (closing). Seperti yang sudah disampaikan bahwa marketing dan selling bisa dilakukan oleh satu pihak, tetapi akan sangat baik apabila marketing dan selling dilakukan dua pihak atau bagian, sehingga kedua pihak ini akan bisa bekerja dengan lebih profesional. Apabila instansi belum besar dan tidak punya banyak SDM kedua hal ini bisa dilakukan oleh satu pihak atau bagian.

Seperti yang disampaikan oleh Bradley J. Sugars dalam bukunya Instant Cashflow, “jika anda benar-benar ingin menghasilkan uang, anda harus memanfaatkan waktu anda untuk mendapatkan penghasilan lebih dari pada memangkas biaya”. Dari kalimat ini bisa dipetik sebuah arti bahwa alangkah bagusnya jika kita meningkatkan proses penjualan dari pada hanya fokus pada efisiensi biaya, tetapi lebih bagus lagi kedua hal ini bisa dilaksanakan secara bersamaan. Apabila kesulitan dalam melakukan efisiensi (pengiritan) biaya operasional, maka hal yang sangat mungkin dilakukan adalah dengan meningkatkan penjualan.
Peningkatan penjualan inilah yang harus dilakukan oleh bagian marketing dan dilanjutkan oleh bagian selling untuk menjadikan closing. Dalam hal marketing, harus jeli melihat pangsa pasar dan kompetitor. Untuk melihat kelebihan, kekurangan, Kesempatan dan Ancaman dari produk, kita bisa menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats). Dengan menggunakan analisis SWOT kita akan tahu Kelebihan produk atau perusahaan, kekurangan, ancaman dan kesempatan, sehingga dengan analisis ini kita bisa menyusun strategi- strategi baru untuk menghadapi persaingan.

Banyak pandangan yang beranggapan bahwa pemasaran (marketing) adalah pengeluaran, tatapi anggapan ini keliru. Kita harus punya pola fikir bahwa marketing adalah investasi. Ketika anggapan bahwa pemasaran adalah pengeluaran maka kita akan selalu membuat cara bagaimana agar proses marketing ini lebih efisien atau bisa dikatakan lebih irit, dengan iritnya biaya marketing maka proses marketing dalam mendatangkan konsumen tidak akan maksimal. Kita pasti tahu jawabannya ketika proses marketing tidak maksimal, maka calon konsumen yang datangpun tidak akan maksimal dan bisa dipatikan juga bahwa proses selling juga tidak akan maksimal. Lain halnya jika kita menganggap bahwa marketing adalah investasi, dengan anggapan bahwa marketing adalah investasi tentu kita akan memberikan prioritas untuk proses marketing. Dengan prioritas yang diberikan dalam hal marketing pasti akan meningkatkan calon konsumen yang datang sekaligus akan meningkatkan proses selling dan tentunya juga akan meningkatkan closing.

Dalam kajian diatas bisa perhatikan bahwa pentingnya marketing, dengan pemahaman akan hal yang berkaitan dengan marketing maka pola fikir lama yang menggap marketing adalah pengeluaran harus diubah menjadi marketing adalah investasi. Ini yang harus dilakukan pertama kali. Dengan berubahnya pola fikir ini maka kita akan menemukan hal-hal baru, strategi-strategi baru, karena marketing tidak lagi terkungkung oleh kendala biaya.
Proses mendapatkan calon konsumen adalah hal awal dalam proses mendapatkan profit, kegiatan inilah yang menjadi target dari bagian marketing. Semakin banyak calon konsumen yang datang akan berimbas meningkatnya konsumen, dan dengan meningkatnya konsumen bisa dipastikan akan menaikan profit perusahaan. Sebagai analoginya apabila saat ini calon konsumen adalah 100 orang, dan yang menjadi konsumen diprosentase adalah 80% maka jumlah konsumen adalah 80 orang. Apabila marketing bisa meningkatkan calon konsumen menjadi 200 orang, dengan prosentase yang sama (80% menjadi konsumen) maka jumlah konsumen menjadi 160 orang. Untuk peningkatan peningkatan selanjutnya kita bisa hitung sendiri.

Disinilah pentingnya marketing, semakin bagus marketing bisa bekerja maka akan semakin bagus juga profit yang akan diperoleh. Tetapi selain marketing bekerja untuk mendatangkan calon konsumen, kerja dari marketing juga harus didukung dari dalam perusahaan. Dalam perusahaan juga harus memberikan servis yang memuaskan bagi konsumen, sehingga konsumen-konsumen yang ada akan menjadi costumer (pelanggan tetap). Dengan demikian akan terjadi sinergi yang baik diseluruh bagian, sehingga tujuan utama perusaahaan bisa tercapai yaitu profit.